loading...

cara merawat ikan palmas dan budidaya

Palmas merupakan ikan yang tergolong dalam Family Polypteridae(Bichir), artinya ikan bersirip banyak. Ikan ini termasuk ikan primitifdan sering disebut sebagai "snake like fish" (ikan mirip ular).Penyebaran adalah di Afrika Barat.

Palmas adalah ikan pemangsa(predator), carnivora. Ikan ini mempunyai kemampuan untuk mengambiludara dengan alat yang telah termodifikasi sedemikan rupa
menyerupaiparu-paru, disamping itu ia mampu untuk merayap diatas tanah denganmenggunakan sirip dadanya yang kuat. Oleh karenanya dalam mememiharapalmas dianjurkan agar memberikan penutup yang baik untuk mencegah ikantersebut kabur. Palmas dapat dipelihara bersama-sama dengan ikangolongan Cichlidae yang memiliki ukuran lebih besar.
..Itu bukan nama merk rokok tapi nama Ikan hias, ikan hias yang rada galak dan rada malas...
Palmas atau nama latinnya Polipeptirus atau nama kerennya belut dinosaurus.
Harga ikan palmas macam - macam, dari yang murah 1 ekornya sampe yang bener - bener nguras kantong
Harganya macem - macem dai yang cuma 10 ribu 1 ekor nyampe yang 1 juta 1 ekor
 Ikan naga biasa 1 ekor paling 10.ribu, Kalo yang Albino mungkin rada mahal, antara 30-50 ribu per per ekor
Tapi Ikan Naga Ornapitinis itu rada mahal, Kemaren gw beli ikan yang jenis ini 1 ekor pnjangnya 19 cm itu harganya 140 ribu, malah kemaren gw ditawarin sama tukang ikan langganan gw namanya Palmas Lapradei 1 ekor 200 ribu......edan untung kagak gw beli,
Perawatan
Kalo masalah pengurusan gampang , yang penting kebersihan akuarium dan kebersihan airnya terjaga dan teratur dikasih makan
Kalo masalah ngasih gw ngasih makannya anakan ikan mas ato ga anak ikan lele, kadang Gw juga suka ngasih jangkrik. Tapi kalo masalah makan Ikan Palmas menurut gw rada bego, soalnya pas gw kasih ikan bukannya di makan malah di diemin aja

oke saya akan memberikan cara membudidayakan ikan palmas
Budidaya Polypterus / Ikan Palmas
Polypterus / ikan palmas tergolong unik. Dia tidak berenang cepat dengan sirip dan ekornya, tapi ikan palmas mampu berjalan di dasar air menggunakan siripnya. Kalau dilihat-lihat, ikan palmas memang lebih tampak seperti naga yang berjalan di bawah air.
Polypterus atau biasa disebut ikan palmas / ikan naga adalah salah satu dari berbagai macam jenis ikan hias yang cukup di gemari oleh kalangan hobies atau pecinta ikan hias karena keunikannya dan banyak pula yang mencoba untuk membudidayakannya.
Dilihat dari jenisnya, Polypteus / Ikan Palmas (ikan naga) merupakan ikan yang tergolong dalam Family Polypteridae (Bichir), artinya ikan bersirip banyak. Ikan ini termasuk ikan primitif dan sering disebut sebagai "snake like fish" (ikan ular). Penyebaran adalah di Afrika Barat.
Panjang rata-rata ikan palmas adalah 30 cm. Hidup pada kisaran pH 6.5 - 7, dan temperatur 16-27 ° C. Sebagai carnivora, pakan utama ikan naga adalah pakan hidup berupa ikan kecil, atau daging-dagingan lain seperti daging udang atau daging ikan.

Wadah Budidaya
Untuk budidaya ikan palmas dapat dilakukan dengan cara berpasangan ataupun masal, pada umumnya jika dilakukan dengan cara pasangan 1 betina dan 1 jantan atau massal 3 betina 2 jantan dapat menggunakan wadah akuarium atau bak semen/plastik dengan ukuran 100cm x 50cm x 40cm dengan ketinggian air rata-rata 25cm. yang di lengkapi airator atau submersible agar tersedia oksigen terlarut di dalamnya.
Selain untuk wadah pemijahan juga di butuhkan wadah untuk penetasan telur dari hasil pemijahan dengan ukuran yang sama dgn dilengkapi airrator.

Ciri khusus
Indukan Ikan palmas jantan:
1. umur +/- 1 tahun
2. Memiliki sirip anal yang lebar.
3. Memiliki bentuk tubuh yg proporsional
4. Kondisi tubuh sehat.

Indukan Ikan palmas betina:
1. Umur +/- 1 tahun.
2. Memiliki sirip anal yang kecil
3. Memiliki bentuk tubuh yg proporsional
4. Kondisi tubuh sehat.

Langkah pemijahan dan perawatan:
untuk melakukan pemijahan perlu dilakukan langkah langkah sbb:
1. Persiapkan wadah pemijahan dan penetasan, isi air dengan ketinggian +/- 25cm. untuk pemijahan lengkapi dengan airrator atau submersible sedangkan untuk penetasan gunakan saja airrator.
2. Masukkan indukan secara pasangan ataupun massal ke dalam wadah pemijahan.
3. Letakkan Substrat untuk sarana peletakan telur ikan yang pada umumnya di buat dari tali plastik yg dibentuk menjadi substrat.
4. Perhatikan Ikan pada hari ke-2 atau ke-3 apakah ikan sudah atau sedang melakukan perkawinan, jika ikan sedang melakukan perkawinan biarkan sampai ikan tersebut selesai kawin jika tidak periksa substrat apakah sudah ada telor atau belum.
5. Jika di substrat terdapat telur berarti ikan sudah melakukan perkawinan, maka letakkan substrat kedalam wadah penetasan, sebelum diletakkan teteskan cairan anti jamur secukupnya kedalam wadah penetasan.
6. Pada hari ke-3 atau ke-4 di akuarium penetasan pada umumnya telur sudah menetas, biarkan sampai semua telur yang menetas sempurna.
7. Pada hari ke-5 atau ke-6 berikanlah pakan secukupnya untuk burayak yg telah menetas dengan artemia atau bisa dengan cacing sutra/tubiflex. biarkan substrat tetap berada didalam wadah penetasan.
8. Pada hari ke-7 atau ke-8 angkatlah substrat dan goyangkan perlahan agar burayak yang menetas di dalam substrat dapat turun kebawah. cucilah substrat lalu jemur untuk dipergunakan pada pemijahan berikutnya.
9. Setelah substrat telah diangkat lengkapi akuarium penetasan dengan busa filtrasi agar sisa telor yg membusuk dapat tersaring dengan baik sehingga kualitas air tetap terjaga.
10. Berikanlah burayak pakan secukupnya agar kualitas air terjaga dan burayak mendapat cukup makanan.
11. Pada hari ke-20 burayak sudah kuat untuk di pindahkan ke wadah pembesaran ataupun siap untuk di jual.
SELAMAT MENCOBA..DAN SEMOGA BERHASIL..!!!
Thanks..
Palmas(Polypterus palmas )
Palmas merupakan ikan yang tergolong dalam Family Polypteridae (Bichir), artinya ikan bersirip banyak. Ikan ini termasuk ikan primitif dan sering disebut sebagai "snake like fish" (ikan mirip ular). Penyebaran adalah di Afrika Barat.

Palmas adalah ikan pemangsa (predator), carnivora. Ikan ini mempunyai kemampuan untuk mengambil udara dengan alat yang telah termodifikasi sedemikan rupa menyerupai paru-paru, disamping itu ia mampu untuk merayap diatas tanah dengan menggunakan sirip dadanya yang kuat. Oleh karenanya dalam mememihara palmas dianjurkan agar memberikan penutup yang baik untuk mencegah ikan tersebut kabur. Palmas dapat dipelihara bersama-sama dengan ikan golongan Cichlidae yang memiliki ukuran lebih besar.

Panjang rata-rata ikan palmas adalah 30 cm. Hidup pada kisaran pH 6.5 - 7, dan temperatur 16-27 ° C. Sebagai carnivora, pakan utama palmas adalah pakan hidup berupa ikan kecil, atau daging-dagingan lain seperti daging udang atau daging ikan.

Sejauh ini setidaknya diketahui ada 3 sub-species palmas yaitu:
Polypterus palmas palmas
Polypterus palmas polli
Polypterus palmas buettikoferi
Jenis kelamin

Jenis kelamin palmas dapat dibedakan dengan melihat lebar dari sirip anus. Sirip anus palmas jantan lebarnya hampir 2 kali lebar sirip anus palmas betina.
Breeding.
Pada masa breeding palmas jantan akan "memeluk" si betina, kemudian akan memproduksi sperma pada saat si jantan "menangkap" telur-telur yang dikeluarkan si betina. Setelah dibuahi telur-telur tersebut akan jatuh ke atas substrate akuarium. Pada umumnya telur-telur tersebut akan menetas dalam waktu 4 hari.
Cara Mengatasi Penyakit Ikan Palmas
Secara umum ikan palmas adalah salah satu ikan yang dapat bertahan hidup dalam kondisi exrteem (kondisi air buruk atau kelaparan) Saya sendiri pernah tidak sempat memberi makan koleksi palmas saya selama 2 minggu dan mereka tenang - tenang saja (lemas sih, tapi idup). Namun setiap mahkluk hidup tetap punya kelemahan tertentu. Di bawah ini adalah kumpulan cara mengatasi penyakit ikan palmas .
Beberapa pernah dialami palmas koleksi saya sendiri. Tapi jangan kuatir, dengan perawatan di bawah dan sedikit perhatian akan menyelamatkan kondisi ikan palmas kesayangan anda : )


1. Penyakit bintik putih.

Jasad penyebab penyakitnya adalah Ichthyophthirius multifiliis. Penyakit ini sering disebut dengan penyakit "Ich" atau "White spot". Gejala klinis yang ditunjukkannya adalah adanya bintik putih baik pada kulit, sirip, mata dan insang. Biasanya sering terjadi pada ikan ukuran kecil (benih). Kasus infeksinya lebih sering pada kondisi ikan dengan kepadatan tinggi, dengan suhu air rendah (dibawah 25°C).

Penanggulangan parasit ini dapat dengan cara pencegahan yaitu mempertahankan kondisi perairan dalam keadaan yang optimal antara lain cukup oksigen, mengurangi kepadatan serta mempertahankan suhu air pada keadaan otimum. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara merendam ikan yang terinfeksi dalam suatu wadah pada larutan campuram formalin 25 ml/m3 air dan malachite green oxalat 0.15 g/m3 air selama 24 jam.

2. Penyakit Trichodiniasis

Penyakit ini disebabkan oleh Trichodina sp. Parasit ini banyak terjadi pada ikan ukuran benih terutama apabila ikan berada dalam keadaan stress yang diakibatkan antara lain oleh kepadatan terlalu tinggi penanganan yang kurang sempurna, pemberian pakan yang kurang tepat baik mutu maupun jumlahnya terutama pada keadaan temperatur air turun. Gejala klinis yang ditunjukkannya adalah ikan yang terinfeksi biasanya menggosok-gosokan badannya pada dasar atau dinding bak atau kolam.

Penanggulangan penyakit tsb dapat dilakukan dengan cara pencegahan yaitu antara lain dengan penanganan yang sempurna, penerapan sanitasi wadah, air serta manajemen budidaya yang sempurna. Pengobatan dapat dilakukan dengan cara perendaman dalam larutan formalin 25 ml/m3 air selama 24 jam, atau Acriflavin dengan dosis 3 mg/l air selama 15 sampai 30 menit yang dilakukan dalam bak atau wadah penampung.

3. Penyakit Tetrahymena

Penyakit tersebut disebabkan oleh Tetrahymena pyriformis.. Parasit dapat menginfeksi kulit dan sirip. Organisme penyebab penyakit tersebut kalau dilihat dengan menggunakan mikroskop berbentuk seperti buah pear. Gejala klinisnya biasanya ikan yang terinfeksi mengosok-gosokkan tubuhnya pada dasar atau dinding bak, serta mengibas-ibaskan siripnya. Pengobatan dapat dilakukan dengan menggunakan Acriflavin 3 mg/l air dengan cara perendaman selama 15 – 30 menit.

4. Penyakit Costiasis

Penyebabnya adalah Costia necatrix, merupakan parasit yang mempunyai bulu cambuk sebagai alat pergerakannya, dan kalau dfilihan dengan menggunakan mikroskop bentuknya akan kelihatan seperti kacang kedelai. Tetapi dalam keadaan nempel pada kulit akan kelihatan seperti buah pear. Gejala klinis yang ditunjukkannya ikan yang terinfeksi akan kelihatan lebih keruh dan pada infeksi berak maka ikan akan mengalami pendarahan dan luka pada kulit.

Cara penanggulangan yang dapat dilakukan adalah dengan menempatkan ikan pada suhu diatas 30oC. Pengobatan dapat dilakukan dengan Iodine 1 tetes dari larutan stock untuk tiap 5 liter (Larutan stoc dibuat dari 0.5 mg dilarutkan dalam 100 ml air).

5. Penyakit Beludru (Oodiniasis)

Penyakit tersebut disebabkan oleh parasit Oodinium pillularis, sejenis parasit yang mempunyai bulu cambuk sebagai alat geraknya. Organ tubuh yang dapat terinfeksi adalah kulit, insang dan kadang-kadang insang. Gejala klinis yang ditimbulkannya adalah berupa kulit ikan terasa kasar berwarna kuning kecoklatan. Apabila menginfeksi insang maka ikan akan menunjukkan gejala frekuensi pernafasan makin cepat.

Penanggulangan dapat dilakukan dengan menempatkan ikan yang terinfeksi pada air dengan suhu diatas 33oC selama 24 jam. Pengobatan dapat dilakukan dengan memakai Quinine sulfat 10 mg/l air selama 3 hari. Campuran copper sulfat dan asam citrat sebanyak 1.25 ml larutan stock/l air selama 10 hari (larutan stock dibuat dari 100 mg cooper sulfat ditambah dengan 25 mg asam citrat dilarutkan dalat 100 ml aquadest)

6. Penyakit "Gembil".

Parasit ini biasanya menginfeksi ikan jenis koi dan Lion head, dan biasanya merupakan bawaan dari kolam pendederan yang terinfeksi. Banyak terjadi pada ikan ukuran kecil, dan biasanya parasit tersebut berada dalam stadium spora yang membentuk kista dalam jaringan tubuh biasanya pada insang dan bagian badan. Gejala klinisnya adalah berupa bintil-bintil berwarna putih kemerahan yang terdapat pada insang, sehingga tutup insang terlihat selalu terbuka. Jenis yang menginfeksi badan akan menunjukkan benjolan pada tubuh ikan, Parasit tersebut sangat sulit untuk diberantas secara khemotherapy. Satu satunya jalan untuk menanggulangi parasit tersebut adalah dengan cara pencegahan, yaitu antara lain dengan menerapkan sistem majemen budidaya yang baik serta sanitasi baik pada kolam pendederan maupun air.

7. Pleistophorosis

Penyakit tersebut dapat menginfeksi ikan air tawar maupun ikan laut. Parasit yang sering terdapat terutama menginfeksi ikan dari jenis neon tetra. Penyebab penyakitnya adalah Pleistophora hypessobryconis. Gejala klinis yang ditujukkannya adalah ikan yang terinfeksi berwarna pucat,dan pada tempat infeksinya akan kelihatan berwarna putih, garis- garis warna pada ikan tersebut seolah terputus, ikan berenamg sangat lemah, kadang-kadang menunjukkan adanya kelainan tulang belakang.

Belum ada cara pengobatan yang dapat dipakai untuk menanggulangi penyakit tersebut. Ikan yang terinfeksi hendaknya segera diambil dari bak dan kemudian dikubur atau dibakar.

8. Penyakit cacing.

Cacing tersebut biasanya terdapat baik pada insang maupun pada kulit ikan. Dactylogyrus sp. dan Gyrodactylus spp., serta Quadriacanthus sp. merupakan parasit yang banyak menyerang ikan budidaya, terutama pada ikan ukuran kecil. Gejala klinis dari ikan yang terinfeksi adalah prekuensi pernafasan/gerakan insang bertambah cepat, ikan berwarna lebih gelap dan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding bak dan lama-lama ikan menjadi kurus.

Penanggulangan parasit ini dapat dengan cara mencegah terjadinya infeksi yaitu antara lain dengan mengurangi padat penebaran. Pengobatan juga dapat dilakukan dengan menggunakan Formalin 150 ml/m3 air, dengan cara perendaman dalam wadah penampung.

9. Penyakit Paser.

Penyakit ini disebabkan oleh Lernaea cyprinaceae. Stadium infektifnya adalah stadium copepodid. Gejala klinisnya biasanya ditunjukkan dengan adanya jasad parasiter yang sudah dewasa tersebut yang menancap pada badan ikan.

Pengobatan dapat dilakukan dengan perendaman dalam dalam wadah penampung dengan Fenthion 0.25 mg/l air selama 24 jam. Formalin 25 ml/m3 air selama 24 jam dengan cara perendaman. Kedua obat tersebut hanya dapat membunuh parasit pada stadium copepodid.

10. Penyakit "kutu ikan".

Parasit ini terkenal dengan nama kutu ikan (fish lice), bergerak sangat cepat, bersifat sebagai parasit obligat. Namun demikian ia hanya dapat bertahan hidup sementara diluar tubuh inangnya.

Selain sebagai parasit, Argulus juga dapat menjadi penyebab timbulnya infeksi kedua antara lain oleh bakteri, jamur maupun virus karena akibat luka gigitannya.

Pengobatan dapat dilakukan dengan merndan ikan yang terinfeksi dalam suatu wadah penampung dengan larutan garam dapur 1.25% selama 10-15 menit

Kalo gedenya Ikan Palmas sih Gw belom terlalu tau sampe berapa maksimal gedenya, soalnya Gw juga punya yang paling gede ukuran 30 cm, dan itu juga mungkin masih bisa nambah lagi ukurannya

Wah kalo berapa lama umurnya ikan Palmas  Gw ga tau.....Ya mungkin itu juga tergantung dari perawatannya, kalo d rawanya ga bener, ya umurnya mah cuma sebentar. Kalo perawatannya baik ya umurnya bakal lama
oke bro cuman ini yang bisa saya berikan semogga bermanfaat

Comments

  1. gan, buat makanannya, pake dagin yg udah di goreng bisa gak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. kurang tahu saya mas
      cobak aja kasih makan ikan pakek daging yang sudah di goreng mau apa tidak ikan ya mas

      Delete
  2. Gn,ikan sy kok mls mkn yhh,solusi nya agar ikannya rakus ap yh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf mas saya kurang tahu klok ikan mas males makan tapj cobak mas ganti makanannya

      Delete
  3. mas, klo ikan palmas albino gw makanya pelet ,bleh gk.?
    soalnya ikan palmas gw vegetarian :v

    ReplyDelete
  4. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan B.ESTRADIOL untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    ReplyDelete
  5. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan B.ESTRADIOL untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www.tokopedia.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    ReplyDelete
  6. mas ._. kmaren saya beli yang albino ukuran 10cm, karena terlalu kecil buat dimasukin aquarium, saya masukin ke terrarium 2 liter yang biasa saya pke buat ikan pakan ._. kata temen biar cepat besar suruh dikasih dry tubifex worm, apakah benar/ dry tubifex worm bisa mempercepat pertumbuhan ikan naga? soalnya pingin cepat2 saya pindah ke aquarium

    ReplyDelete

Post a Comment

loading...
loading...